Goresan Pena Ust Umar Faqihuddin: 4 CARA BERAKAL BERBEKAL

22.19 Unknown 0 Comments


Yang berfikir untuk selamat dunia dan akherat, merekalah yang berakal. Karena sebenar kesungguhan berbekal. Mereka yang berakal punya 4 cara agar bekal yang dibawa maksimal.

1. Mengalokasikan waktu untuk Robbnya. Sesibuk apapun tidak ada yang lebih sibuk di antara waktunya melebihi membangun kedekatan dengan Alloh dalam ibadah utama.

2. Mengalokasikan waktu untuk bermuhasabah terhadap dirinya.
Rekam jejak perjalan hidup setiap kita begitu berharga. Untuk menjadi pijakan langkah selanjutnya. Yang dosa agar terhenti dengan sesal mengingatnya. Yang berpahala agar penuh syukur terjaga.

3. Mengalokasikan waktu berpikir akan kehebatan Alloh dalam mencipta.
Begitu berlimpah bahan ajar tersedia. Terlalu sayang jika luput dalam perhatian mentadaburinya. Agar menemukan formula hidup sempurna, yang Alloh titipkan dari ciptaanNya yang istimewa. Dari inspirasi berang-berang sebuah bendungan tercipta. Dari inpirasi pohon pisang, hadir semangat memberi makna.

4. Mengalokasikan waktu untuk keluarga. Dengan amanah keluarga ada ibadah bekerja. Dengan amanah keluarga ada ibadah memenuhi kebutuhan keluarga. Indahnya berbuat baik kepada orang lain, bermula dari keluarga terasa. Menggerakan selanjutnya berbuat banyak untuk sesama. Agar banyak manfaat nantinya dan memetik buah pahala.

Diantara banyak mereka yang berakal semoga kita di antaranya. Diantara yang bahagia mempersiapkan bekal dunia dan akheratnya. Semoga kita berbahagia menjadi salah satunya....

Goresan pena: Ust. Umar F CERDAS PINTAS

22.19 Unknown 0 Comments


Suatu hari, saya bertanya kepada teman. Ada penjual jagung bakar yang sedang di kerumuni pembeli. Laris ceritanya. Menurutmu, bagaimana caranya tau berapa jagung bakar yang terjual hari ini ?. Dia menjawab dengan sigapnya. Dengan menghitung jumlah kulit bungkus jagung yang di sampingnya. Tersenyum puas bisa menjawab. Dan sepintas nampak cerdas. Kemudian saya menjawab. Itu memang cara cerdas. Tapi agak tenaga terkuras. Kenapa ndak langsung kamu tanya aja sama penjualnya, habis berapa pak ?. Teman saya melongo...Iya ya. Kenapa ndak praktis seperti itu. Dalam hidup pun pelajaran sama di dapat. Banyak yang mencari rezeki dengan menghitung berapa porsi yang terjual di kalikan laba. Cara sederhana dan cerdas. Tapi sejenak merenung. Kenapa ndak tanya aja langsung sama yang bagi rezeki ya ?. Mau laku berapa porsi yang penting jatah rezekinya sesuai dengan yang bagi rezeki. Hal sama terjadi ketika sakit. Beragam dokter dan rumah sakit di datangi. Untuk mencari apa sebab sakitnya. Dan bagaimana ikhtiyar sembuhnya. Sepintas nampak cerdas. Sekalipun agak tenaga terkuras. Kenapa ndak langsung aja tanya," Ya Alloh sebab apa saya di uji sakit ?".   " Ya Alloh sembuhkan aku dengan caraMu". Tentu bukan untuk menghindar dari ikhtiyar. Tapi justru menepatkan ikhtiyar. Kerja keras juga kerja cerdas. Jangan lupa kerja ikhlas. Di tambah kerja tuntas. Trus jaringan luas. Ujungnya semua puas. Artinya semua mendapat manfaat.
 Selamat berjuang !!

Goresan Pena Ust Umar F. SYUKUR YANG LUNTUR

22.18 Unknown 0 Comments

Sepotong kue yang di suguhkan, lisan bisa  mengucap syukur. Segelas kopi yang di hidangkan, tak pernah lupa lisan mensyukuri dengan kalimat syukur. Selembar lima puluhan ribu yang di berikan, begitu pintar lisan merangkai kata syukur. Bantuan mendorong mobil, juga mudah lisan menyampaikan syukur.

Sebuah nasehat yang membuat tobat, lupa lisan mengucap syukur. Sebuah tulisan yang yang memahamkan, langka lisan mensyukuri dengan syukur. Sepotong gambar menginspirasi, tak sempat lisan menyusun kata syukur. Kiriman video yang menyadarkan, kelu lesan untuk bersyukur. Bahkan sebuah doa menyelesai banyak masalah sulit lisan bersyukur.

Berterimakasih ungkapan syukur yang berpadu dengan Alhamdulillah mulai banyak yang luntur. Mengungkapkanya menambah rasa syukur semakin subur. Melupakanya membuat syukur semakin luntur.

Bila gagal mengungkap syukur kepada manusia, dengan nikmat yang masih terukur. Akan lebih gagal lagi mengungkap syukur kepada Alloh, atas nikmat yang tidak bisa di ukur.

Lancarnya darah mengalir dalam tubuh nikmat yang tidak terukur. Berdetaknya jantung jarang yang mengukur. Menghirup oksigen juga bukan hal terukur. Fungsinya semua anggota tubuh langka di ukur. Terjaganya dari bakteri dan kuman lebih tidak terukur.

Apalagi derasnya nikmat hidayah dan rezeki yang mengucur.  Bahagia dan mudahnya jalan hidup yang setiap detik meluncur. Juga tumbuhnya ketaatan yang semakin subur.

Kegagalan menemukan syukur di setiap nikmat yang di dapat awal bergesernya nikmat, hilang meluntur.
Sebab yang berjasa mendapat kufur. Maka, tiba2 banyak yang mengeluh, kenapa banyak hal sulit diatur.  Sukses dan rezeki hancur. Tagihan dari waktunya ngelantur.
Bersyukurlah...!
Sebelum di kuasai kufur, nikmatpun meluntur, seperti nasi sudah jadi bubur...

DUA RAKAAT DAHSYAT

22.17 Unknown 0 Comments


Seorang dokter bercerita tentang pengalamannya. Punya pasien anak yang mau di khitan. Tidak biasanya. Pasien istimewa. Begitu masuk ruang tindakan, anaknya takut. Menangis dan ndak mau di khitan. Banyak cara di coba untuk membujuknya. Hasilnya sama.

Orang tuanya memohon dokter berkenan menangani sebab sudah datang dari jauh. Bingung juga dapet pasien yang beginian. Tiba-tiba dia ingat tentang dahsyatnya dua rakaat hajat. Tidak ada salahnya di coba.

Maka segera dia mengambil wudlu. Kemudian sholat dua rakaat. Mengangkat kedua tangan memohon kepada Alloh pemilik manusia. Juga yang mengatur setiap hati dan nasib manusia tentunya. Agar di mudahkan proses khitan pasiennya.

Kemudian ia kembali ke ruang tindakan. Masyaa Alloh...ajaib sang anak ternyata sudah bersiap di atas ranjang. Segera saja di lakukan tindakan. Di khitan tanpa kesulitan. Hampir tidak percaya namun begitulah kejadiannya. Alloh memang hebat.

Menjadi tambah yakin dengan dua rakaat sholat hajat. Dan membuat hati makin tertambat. Akhirnya menjadi jimat. Saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Bahkan lama-lama bukan hanya pas darurat. Tapi kapan saja aja urusan yang ingin di mudahkan Alloh selalu yang di lakukan sholat dua rakaat.

Menyesalnya, kenapa tidak dari dulu ia tahu. Sehingga berapa banyak akan bisa menolong umat. Apapun yang terjadi tidak ada kata terlambat.

 Sahabat...seperti yang di sebut dalam ayat. Jadikan sabar dan sholat sebagai alat menyampaikan hajat. Sabar dalam keadaan taat. Sabar setia hanya kepada Alloh meminta dan tidak berkhianat. Juga setia menggunakan kendaraan sholat dalam menyampaikan seluruh hajat.

Di saat banyak manusia mulai dengan maraknya kesyirikan terpikat. Menyampaikan hajat dalam keadaan salah alamat. Bukan hanya mendapat murka dan laknat. Tapi juga dia dan kesyirikannya terikat. Semoga kita selamat di dunia dalam mentauhidkan Alloh dalam setiap hajat. Juga selamat di akhirat dari ancaman siksa yang berat.

Tausyiah: Ust .Umar Faqihuddin

7 MANFAAT SHOLAT BERJAMAAH

17.27 Unknown 0 Comments

1. Agar bisa berkumpul di waktu tertentu, juga agar bisa mengatur waktu dengan baik

Karena ada sholat lima waktu yang diadakan di siang dan malah hari. Ada pula sholat pekanan seperti sholat Jum'at. Ada juga sholat yang berulang tahunnya yaitu sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha. Ada juga berkumpul untuk seluruh negeri di tempat tertentu pada waktu tertentu, yaitu di padang Arafah pada hari Arafah (9 Dzulhijjah)  untuk melaksanakan wukuf di Arafah. Dan memang orang yang senang berjamaah di masjid akan mudah belajar mengatur waktu dengan baik.


2. Beribadah kepada Allah dengan bentuk berkumpul

Maksudnya berkumpul dalam sholat jama'ah di sini dengan tujuan meraih pahala, takut akan siksaNya dan selalu mengahrap karunia di sisiNya.


3. Menumbuhkan rasa cinta sesama

Orang yang terbiasa melakukan sholat berjama'ah di masjid akan tahu keadaan jamaah yang rutin hadir. Jika ada yang tidak hadir, maka nanti ada yang akan menjenguknya. Jika ada yang meninggal, maka ada yang takziyah. Jika terdapat berita sesama jama'ah ada yang susah, maka yang lainnya akan membantu. Karena pertemuan seperti dalam sholat jama'ah akan lebih melekatkan hubungan dan menimbulkan kasih sayang.


4. Saling mengenal satu dan lainnya

Jika seorang sholat berjama'ah, maka akan saling mengenal satu dan lainnya. Yang kaya akan mengenal yang miskin. Tetangga jauh akan kenal tetangga dekat. Yang tua akan mengenal yang muda.


5. Menyuarakan syi'ar Allah

Seandainya setiap orang memilih sholat di rumah, maka tidak ada yang akan tahu ada tuntunan sholat berjama'ah, syi'ar Islam semakin tidak diketahui.


6. Menampakkan besarnya Islam

Jika semua orang (laki-laki)  masuk masjid, lantas keluarnya berbarengan seperti saat waktu jum'at, maka semakin menunjukkan besarnya Islam, orang kafir dan orang munafik akan semakin kecil nyalinya. Sehingga orang muslim pun untuk meniru dan mengikuti jalan mereka semakin kecil.


7. Mengajarkan orang yang tidak mengerti sholat

Kebanyakan orang mengetahui cara sholat yang baik dan benar dari sholat jama'ah. Kaum muslimin dapat mengambil faedah bacaan surat juga dari sholat jama'ah. Begitu pula ada yang mengetahui dzikir setelah sholat, juga dari sholat jama'ah. Jama'ah dapat mengetahui pelajaran beberapa hukum dari imamnya seperti tentang masalah sujud sahwi (saat lupa dalam sholat). Begitu pula orang yang tidak mengerti jadi tahu dari orang yang punya ilmu.

SAAT NIKMAT SEHAT TERSUMBAT

06.36 Unknown 0 Comments



Waktu tergolek lemah diranjang, menyusun rencana kalau nanti sehat, akan beribadah penuh semangat dan tk akan membiarkan sedikit pun saat untuk maksiat. Saat sembuh dekat rencana pun lewat.
Yang stroke berjanji kuat untuk sholat berjamaah di masjid tanpa tertinggal setiap rakaat. Yang diabet berjanji kuat untuk banyak membaca qur'an melahap setiap ayat dan surat. Yang patah tulang berjanji kuat akan mendatangi ilmu sekalipun terlambat.
Yang berpenyakit dalam, berjanji kuat akan menggunakan tenaga dan raganya untuk taat. Tak ketinggalan yang sedang berjerawat, ikut berjanji kuat untuk menutup aurat. Janji bersyarat, jika Allah ngasih sehat. Begitu datang sehat, dengan mudahnya melupakan janji dan tidak ingat. Saat sakit begitu mudah merencanakan taat, saat sehat begitu mudah setiap kita melupakan nikmat.
Bersyukur atas nikmat menjadi berat. Bertambahnya nikmat pun terhambat. Nikmat pun akhirnya tersumbat. Bukankah bersyukur yang baik atas setiap nikmat, hakekatnya adalah tali yang membuat setiap nikmat tetap terikat. Bahkan seringnya secara kualitas dan kwantitas meningkat.
"Jika kalian bersyukur atas setiap nikmat, maka sungguh benar-benar Aku akan tambah nikmat untukmu, dan jika kamu mengkufuri, maka sungguh telah Aku siapkan siksa yang pedih"(QS. Ibrohim : 7)
Semoga kita selalu ingat dan tetap bersemangat mensyukuri setiap nikmat.

RENCANA SAAT SUSAH

03.40 Unknown 0 Comments

Di saat susah banyak berencana membangun amal. Di saat miskin banyak rencana untuk bersedekah. Di saat tidak punya banyak rencana untuk menjadi mulia. Terkadang ingatan berbuat baik memang saat kesusahan menyapa. Begitu benar-benar harapan terwujud di depan mata banyak yang amnesia. Berjuang meralat yang pernah menjadi ikrarnya. Tak jarang juga menghindar halus dengan berbagai dalih yang dikarangnya. Cara yang lain adalah dengan menghilang dari komunitas yang berpeluang menagihnya. Tahulah kita kenapa berlama-lama kita diuji dalam masalah. Tahulah kita kenapa harapan, doa dan cita-cita tertunda. Karena mentalnya masih belum teruji komitmen menepati setiap janjinya dan sering gampang lupa. Padahal untuk beramal bisa memulai saat susah. Bersedekah juga bisa memulai saat miskin. Bakan sedekah terbaik justru saat kondisi ingin kaya dan takut miskin. Jgan heran jika demikian!. Karena tentang mereka Allah sudah menjelaskan, "Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesunggunya jika Allah mmberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang sholeh". Maka setelah Allah memeberikan kepada mereka sebahagian karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) ". (At Taubah : 75-76)
Semoga Allah memudahkan kita menjadi ahli sedekah, disaat susah dan berlimpah. Semoga Allah memudahkan kita, menjadi ahli amal di saat terjal, butuh berbekal, dan saat hidup yang dibatasi ajal...

TETAP BERPAHALA SEPANJANG MASA

02.37 Unknown 0 Comments

Beramal sepenuh tenaga di ladang ibadah, peluang kebaikan semasa muda dan bertenaga. Beramal dengan sepenuh harta di ladang zakat dan sedekah peluang kebaikan semasa punya dan kaya. Beramal dengan banyak berdoa di ladang waktu mustajabah dan tempat mustajabah, peluang kebaikan semasa kesempatan dan usia ada. Tinggalah tiga cara membuat amal tetap bekerja. Mengabdikan pahala dalam ilmu yang berguna. Mendakwahkan dengan mengajarkannya, merekamnya ataupun menuliskannya kepada setiap manusia. Menggunakan segala media untuk sampainya kebaikan sebanyak-banyaknya. Mengabdikan harta dalam investasi zakat dan sedekah jariyah agar tetap berpahala. Sekalipun sudah meninggalkan dunia. Membangun rumah Allah, mengalirkan sungai dan sumur, membuat rumah singgah musafir, membangun pondok-pondok tempat belajar agama.memfasilitasi para pendakwah mudah menyebar dakwah serta mengupayakan setiap ibadah dengan hartanya terjaga.
Mengabdikan pahala do'a dengan mewariskan melaziminya kepada anak-anak sholihnya, dan kepada seluruh keturunannya. Di setiap do'a mereka bersaham di dalamnya nama orang tuanya.
Dalam segala keterbatasan, pahala harus tetap terjaga, dan tetap mengalir sepanjang masa,.
Tenaga boleh sirna ditelan usia, namun pahala akan tetap melanggeng mengalir dari pelaku kebaikan yang terinspirasi ilmu yang disebarkannya.
Harta boleh habis tak tersisa, ditelan pembiayaan sepanjang usia hidupnya. Namun pahala melanggeng mengalir dari gardu-gardu kebaikan yang telah dibuatnya. Waktu berdo'a boleh sirna karena memang jatahnya, namun inspirasi dan kebiasaan melakukannya, telah ada disetiap keturunan dan generasi penerusnya...
Semoga tak terhalang kitamendapatkan itu semua.

TERNYATA ALLAH MASIH MENYAYANGI KITA

02.17 Unknown 0 Comments

Seorang ibu mengisahkan bagian kehidupannya. Sejak meniti jalan hijrah. Berpakaian muslimah. Dan mulai hari-harinya dipenuhi dengan ibadah. Ada sesuatu yang mengganjal di hati resah. Masalah dalam hidupnya belum kunjung berubah. Belum punya rumah. Kendaraan tua yang sudah lelah. Penghasilan pas-pasan dan mencari nafkah susah. Nasib yang belum berubah. Sempat bertanya hati apakah Allah belum berkenan mengubah nasib dengan serangkaian ibadah pembukti hijrah?.
Rasa hati itu ditahan berhari-hari. Hingga rasa itu mulai menguasai. Hnya hari itu membuat dalam sebuah tanya, aakah Allah masih menyayangi?. Hari hujan gerimis sedari pagi. Langkahnya bulat bertanya kepadaNya. Diambillah wudlu dan sholat dua rakaat. Dan setelahnya diangkat sebuah doa, "ya Allah apakah Engkau masih menyayangiku? Jika Engkau masih menyayangiku beri aku tanda, dengan kiriman buah durian yang musim ini keluargaku hanya bisa memimpikannya". Agak aneh memang senandung doanya. Namun itulah batas pengetahuan yang ada. Hari menjelang sore dan masih diguyur hujan. Ketika datang seorang dari kejauhan menenteng durian dikanan dan kirinya. Begitu sampai rumahnya disampaikan pesan olehnya., untuk mengantarkan durian ini sebagai pemberian. Begitu terkejut ibu ini menyaksikan. Tak kuasa air mata mengalir tanda rasa bersalah telah meragukan sayangnya Allah kepadanya. Diambilnya sujud syukur dan dengan kesalahan memohon diampunkan karena sempat meragukan. Pikirnya Allah meninggalakannya., ternyata Allah menyayanginya. Allah sayang kepada kita. Dengan keadaan apapun yang sedang kita terima. Hanha butuh hikmah untuk melihatnya dan tidak sekedar pandangan mata belaka. Boleh jadi sudah disiapkan hal indah menanti di balik sabarnya kita meniti ketentuanNya. Semoga hati kita tetap setia memtaati Allah dalam segala suasana..

DARI SINI UKHUWAH DIMULAI #4

20.10 Unknown 0 Comments

"... dan mereka tidak mendapati di hati mereka hajat pribadi akan apa yang telah diberikan saudaranya..."
(QS. Al Hasyr : 9)



Episode ukhuwah pasca mental berbagi dan mencintai adalah TRANSAKSI. Bila transaksi memberi dengan motif pribadi, mudah kecewa hati. Atau motif harapan suatu saat nanti akan diganti. Akan sakit hati bahkan  patah hati. Mencintai berharap cinta manusia kepadanya akan berbalas spekulasi. Tapi mencintai berharap cinta Alloh akan berbalas pasti. Kalau Allah mencintai pasti akan menggerakkan manusia mencintai. Tak terkecuali anak dan istri. Juga orang-orang yang kita berharap oleh mereka dicintai.

Motif transaksi dengan Allah membuat segala pelayanan dan pemberian mudah diaplikasi. Balasan dari Alloh tentu lebih menjanjikan dari harapan balasan manusia yang juga belum pasti. Maka sahabat Abu Bakar Asshiddiq siap memberikan seluruh hartanya dengan pasti. Sahabat Umar memberikan separo hartanya dengan pasti. Sahabat Utsman memberikan 1500 uqiya emas ditambah 700 ekor onta dan digenapkan dengan kuda menjadi 1500 ekor juga dengan pasti. Sahabat Tholhah memberikan kebun terbaiknya dengan pasti. Sahabat Sa'ad bin Robi' memberikan separo hartanya juga dengan pasti. Abu Dahdah pernah memberikan 400 pohon kurma beserta kebunnya juga dengan pasti.

Angka-angka yang fantastis hari itu, dan juga hari ini. Jika manusia tujuannya, pasti akan kecewa dan sakit hati. Namun jika Alloh tujuannya, pemilik seluruh dunia dan semesta ini ndak mungkin akan ingkar janji. Bila sebaik ini akar ukhuwah ditanam, semakin mudah benih-benih ukhuwah di tengah umat bersemi. Tumbuh subur bercabang dan beranting dengan daun lebatnya menghiasi. Berbuah kebaikan tanpa mengenak musim, sehingga tidak takut harus berhenti. Di proses manapun kita memulai dan menjalani.

Semoga ukhuwah yang disemai tertampak indah di hati untuk dinikmati.....

DARI SINI UKHUWAH DIMULAI #3

19.48 Unknown 0 Comments

Mereka MENCINTAI saudaranya yang datang kepada mereka. Setelah MENTAL BERBAGI  bersemi, AKAR MENCINTAI akhirnya tumbuh juga. Pandangannya sejuk melihat saudara. Hatinya senang berbahagia melihat para dhuafa untuk menjadi ladang amal dengan menolongnya. Yang kelihatan di mata memang tantangan dan pekerjaan, tapi yang terukir di hati dan pikiran justru kebaikan dan pahala.

Dialah Alloh yang membuat cinta bersemi di hati orang beriman, maka selayaknya cinta diminta. Agar tumbuhnya tidak butuh waktu lama. Menunggu tumbuh sendiri tanamancinta di hati, lebih lama dibanding menanamnya dengan meminta kepada yang menumbuhkan cinta.

Setelah cinta hadir akan mencipta suasana. Suasana hati yang terhias indah, dengan banyaknya kebaikan yang dilakukan dan pahala. Maka dunia dan harta tak lagi menjadi baginya terminal bahagia. Karena memang bukan disana. Hanya sebatas alat dan sarana. Justru terminal bahagia itu ada saat membuat banyak orang bahagia. Pantulan kebahagiaan mereka akan memantul di hati kita.

Ukhuwah pun menjadi seperti yang diminta. Dua orang yang saling mencinta karena dijalan Alloh berjalan bersama. Bertemu karena perintah Allah berpisah pun juga karena perintah Alloh yang harus dilaksana. Bukan karena nasab yang mengikat mereka. Juga bukan karena bisnis berharta. Dan bukan juga sebab kepentingan yang mungkin bisa diraihnya. Menjadi unik kekuatan ukhuwah saat mengalir kekuatan cinta. Dari yang Maha Pengasih lagi Maha Kuasa. Teruntuk mereka mimbar di akherat disiapkan panggung dan mimbar cahaya. Membuat para nabi iri dan juga para syuhada.

Semoga diantara mereka kiata ada di dalamnya.......

WAHAI PUTRAKU APA KABAR ILMUMU?

19.26 Unknown 0 Comments

"Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku. Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan : Apakah engakau bertambah takut, sabar, dan sopan? Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu."
(Riwayat Imam Ahmad).


Perhatikanlah nasihat seorang ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.
Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.
Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,
Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,
Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hiduonya.

Wahai obu...
Ibu dimanapun di seluruh dunia,
Bagaiman dengan kita?

Jangankan 10 kalimat,
jangan-jangan sudah berbuku-buku habis untuk catatan belajar anak-anak kita,
Namun mungkin terlupa kita tanyakan,
Bagaimana manfaat ilmu bagi mereka.

Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin tunduk pada Rabb-nya?
Apakah ilmu mereka membuat mereka semakin takut? semakin sabar?
Semakin sopan?
Pernahkah kita tanyakan?

Barangkali kita memang bertanya pada mereka,
Tentang ilmu mereka,
Sudah sampai mana pelajaranmu, Nak?
Mampukah engkau mengikutu?
Apakah perlu Ibu tambahkan les untukmu, anakku?

Kita tuntut mereka belajar,
Untuk sanggup mengikuti kurikulum yang diterapkan,
Namun lupa mengevaluasi kembali...

Hasil ilmu bukanlah nilai rapor sekolah,
Hasil ilmu bukanlah menjadi pemenang adu cerdas cermat,
Hasil ilmu bukanlah dari piala dan piagam berjejeran,
Hasil ilmu adalah akhlaq mereka,
Bertambah takut, sabar, dan sopanlah mereka.
Hingga tak tersisa ketidakmanfaatan dalam semua tindak tanduk mereka.

Tahukah siapa sebenarnya Ibu dengan nasihat luar biasa di atas?

Diala Ibunda Sufyan Ats Tsauri.
Sufyan Ats Tsauri tercatat sebagai adalah seorang tokoh ulama teladan dari Kufah,
Imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya,
Terkenal sebagai pribadi yang wara' (sangat hati-hati), zuhud, dan seorang ahli fiqh,
'Ulama yang selalu ingat untuk mengamalkan ilmunya.

Wahai Ibu....
Jangan biarkan kisah ini berlalu begit saja,

Kini saatnya kita bertanya,

Apa kabar ilmumu, anakku?
Manfaatkah dia bagi akhlaqmu?
Karena Nak, Ilmu itu terlihat dari amalmu.

Poppy Yudita

ASURANSI TERBAIK

19.00 Unknown 0 Comments

Bukti cinta orang tua sepanjang jalan adalah mereka memikirkan masa depan anaknya. Mereka tidak ingin anak-anak kelak hidup dalam kesulitan. Persiapan harta pun dipikirkan masak-masak dan maksimal.

Para orang tua sudah ada yang menyiapkan tabungan, asuransi bahkan perusahaan. Rumah pun telah dibangun, terhitung sejumlah anak-anaknya. Ada juga yang masih bingung mencari-cari bentuk penyiapan masa depan terbaik. Ada yang sedang memilih perusahaan asuransi yang paling aman dan menjanjikan. Tetapi ada juga yang tak tahu harus berbuat apa karena ekonomi hariannya pun pas-pasan bahkan mungkin kurang.

Bagi yang telah menyiapkan tabungan dan asuransi, titik terpenting yang harus diingatkan adalah jangan sampai kehilangan Allah. Hitungan detail tentang biaya masa depan tidak boleh menghilangkan Allah yang Maha Tahu tentang masa depan. Karena efeknya sangat buruk. Kehilangan keberkahan. Jika keberkahan sirna, harta yang banyak tak memberi manfaat kebaikan sama sekali bagi anak-anak kita.

Lihatlah kisah berikut ini :

Dalam buku Alfu Qishshoh wa Qishshoh oleh Hani Al-Hajj dibandingkan tentang dua khalifah di zaman Dinasti Bani Umayyah : Hisyam bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz. Keduanya sama-sama meninggalkan 11 anak, laki-laki dan perempuan. Tapi bedanya, Hisyam bin Abdul Malik meninggalkan jatah warisan bagi anak laki-laki masing-masing 1 juta dinar. Sementara anak laki-laki Umar bin Abdul Aziz hanya mendapatkan setengah dinar.

Dengan peninggalan melimpah dari Hasyim bin Abdul Malik untuk semua anak-anaknya ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin. Sementara anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan kaya, bahkan seorang diantara mereka menyumbang fi sabiilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000 pasukan penunggang kuda.

Apa yang membedakan keduanya? KEBERKAHAN.

Kisah ini semoga bisa mengingatkan kita akan bahayanya harta banyak yang disiapkan untuk masa depan anak-anak tetapi kehilangan keberkahan. 1 juta dinar (hari ini sekitar Rp.2.000.000.000.000,-) tak bisa sekadar untuk berkecukupan apalagi bahagia. Bahkan mengantarkan mereka menuju kefakiran.

Melihat kisah tersebut kita juga belajar bahwa tak terlalu penting berapa yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita. Mungkin hanya setengah dinar (hari ini sekitar Rp.1.000.000,-) untuk satu anak kita. Tapi yang sedikit itu mambaur dengan keberkahan. Ia akan menjadi modal berharga untuk kebesaran dan kecukupan mereka kelak. Lebih dari itu, membuat mereka menjadi sholih dengan harta itu.

Maka ini hiburab bagi yang sedikit peninggalannya.

Bahkan ini menghibur sekaligus mengajarkan bagi mereka yang tak punya peninggalan harta. Tentu sekaligus bagi yang banyak peninggalannya.

Bacalah dua ayat ini dan rasakan kenyamanannya,

Ayat yang pertama yang artinya : 

"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatin di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang sholih, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu." (QS. Al Kahfi : 82)

Ayat ini mengisahkan tentang anak yatim yang hartanya masih terus dijaga Allah, bahkan Allah kirimkan orang sholih yang membangunkan rumahnya yang nyaris roboh dengan gratis. Semua penjagaan Allah itu sebabnya adalah kesholihan ayahnya saat masih hidup.

Al Qurthubi ohimahullah menjelaskan,

"Ayat ini menunjukkan bahwa Allah ta'ala menjaga orang sholih pada dirinya dan pada anaknya walaupun mereka jauh darinya. Telah diriwayatkan bahwa Allah ta'ala menjaga orang sholih pada tujuh keturunannya."

Ibnu Katsir rohimahullah dalam tafsirnya menukil kalimat Hannadah binti Malik Asy Syaibaniyyah,

"Disebutkan bahwa kedua (anak yatim itu) dijaga karena kesholehan ayahnya. Tidak disebutkan kesholehan keduanya. Antara keduanya dan ayah yang disebutkan kesholehan adalah 7 turunan. Pekerjaannya dulu adalah tukang tenun."

Selanjutnya Ibnu Katsir menerangkan,

"kalimat : (dahulu ayah keduanya adalah orang sholeh) menunjukkan bahwa seorang yang sholeh akan dijaga keturunannya. Keberkahan ibadahnya akan melingkupi mereka di dunia dan akherat dengan syafaat bagi mereka, diangkatnya derajat pada derajat tertinggi di surga, agar ia senang bisa melihat mereka, sebagaiman dalam Al Quran dan Hadits. Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas : kedua anak itu dijaga karena kesholihan ayah mereka. Dan tidak disebutkan kesholehan mereka. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa ia adalah ayahnya jauh." Wallahu A'lam

Ayat yang kedua yang artinya :

"Sesungguhnya pelindungku ialah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang sholeh." (QS. Al A'raf : 196)

Ayat ini mengirimkan keyakinan pada orang beriman bahwa Allah yang kuasa menurunkan Al Kitab sebagai bukti rahmatNya bagi makhluNya, Dia pula yang akan mengurusi, menjaga dan menolong orang-orang sholih dengan kuasa dan rahmatNya. Sekuat inilah seharusnya keyakinan kita sebagai orang beriman. Termasuk keyakinan kita terhadap anak-anak kita sepeniggal kita.

Untuk lebih jelas, kisah orang mulia berikut ini mengajarkan aplikasinya.

Ketika Umar bin Abdul Aziz telah dekat dengan kematian, datanglah Maslamah bin Abdul Malik. Ia berkata, "Wahai Amirul Mu'minin, engkau telah mengosongkan mulut-mulut anakmu dari harta ini. Andai anda mewasiatkan mereka kepadaku atau orang sepertiku dari masyarakatmu, mereka akan mencukupi kebutuhan mereka."

Ketika Umar mendengar kalinat ini ia berkata, "Dudukkan saya !"

Mereka pun mendudukkannya.

Umar  bin Abdul Aziz berkata, "Aku telah mendengar ucapanmu, wahai Maslamah. Adapun perkataanmu bahwa aku telah mengosongkan mulut-mulut anakku dari harta ini, demi Allah aku tidak pernah mendhalimi hak mereka dan aku tidak mungkin memberikan mereka sesuatu yang merupakan hak orang lain. Adapun perkataanmu tentang wasiat, maka wasiatku tentang mereka adalah : (( )). Anaknya Umar satu dari dua jenis : sholih maka Allah akan mencukupinya atau tidak sholeh maka aku tidak mau menjadi orang pertama yang membantunya dengan harta untuk maksiat kepada Allah." (Umar bin Abdul Aziz Ma'alim At Tajdid wal Ishlah, Ali Muhammad Ash Shalaby)

Begitulah ayat bekerja pada keyakinan seorang Umar bin Abdul Aziz. Ia yang telah yakin mendidik anaknya menjadi sholih, walau hanya setengah dinar hak anak laki-laki dan seperempat dinar hak anak perempuan, tetapi dia yakin pasti Allah yang mengurusi, menjaga dan menolong anak-anak sepeninggalnya. Dan kisah di atas telah menunjukkan bahwa keyakinannya itu benar.

Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang Khalifah besar yang berhasil memakmurkan masyarakat besarnya. Tentu dia juga berhak untuk makmur seperti masyarakatnya. Minimal sama, atau bahkan ia punya hak lebih sebagai pemimpin mereka. Tetapi ternyata ia tidak meniggalkan banyak harta. Tak ada tabungan yang cukup. Tak ada usaha yang mapan. Tak ada asuransi seperti hari ini.

Tapi tidak ada sedikit pun kekhawatiran. Tidak tersirat secuil pun rasa takut. Karena yang disyariatkan ayat telah ia penuhi. Ya, anak-anak yang sholih hasil didikannya.

Maka izinkan kita ambil kesimpulannya :

  1. Bagi yang mau meninggalkan jaminan masa depan anaknya berupa tabungan, asuransi atau perusahaan, simpankan untuk anak-anak dari harta yang tak diragukan kehalalannya.
  2. Hati-hati bersandar pada harta dan hitung-hitungan belaka. Dan lupa akan Allah yang Maha Mengetahui yang akan terjadi.
  3. Jaminan yang paling berharga -bagi yang berharta ataupun yang tidak-, yang akan menjamin masa depan anak-anak adalah : kesholihan para ayah dan kesholihan anak-anak.
Dengan kesholihan ayah, mereka dijaga.
Dan dengan kesholihan anak-anak, mereka akan diurusi, dijaga, dan ditolong Allah.

UST. Budi Ashari

DARI SINI UKHUWAH DIMULAI #2

18.06 Unknown 0 Comments

Menyiapkan diri untuk mengasah mengal berbagi. Bisa juga melalui ilmu yang dikuasai. Siap melatih yang membutuhkan dan mengajari. Yang bisa masak, urusan masak yang diajari. Yang bisa menyulam urusan sulaman yang dipelajari. Yang bisa komputer dan bisnis online, berbagi trik yang dimiliki. Yang bisa mengatur keuangan keluarga denagn baik, berbagi rumus yang dimiliki. Dan tentunya yang bisa mengaji tak ketinggalan mengajari ngaji. Ngajari biar betah ngaji. Juga biar seneng ngaji dan tidak mudah jenuh diri. Bahkan yang bisanya tenaga pun bisa berbagi.
Menyediakan barang 30 menit berarti. Untuk mereka yang begitu sibuk mengurus pekerjaan dan keluarga sehingga kesulitannya bisa teratasi. Alangkah indahnya jika semua ini terjadi. Setelah menyediakan rumah dan yang semisalnya. Maka, menyediakan iman juga faktor terbesar semua diatas bisa diaplikasi. Sebab hati memerankan peran besar sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Jika hati mengimani, siapa yang menolong akan ditolong, maka akan mudah dimotivasi.
Jika hati mengimani, siapa yang meringankan akan diringankan, juga akan mudah dimotivasi. Kebaikan yang ditanam selalu akan berbuah kebaikan sekalipun ada sedikit duri. Membuat tak lelah beribadah, dan tak penat untuk berbuat taat setiap hari.
Perhatikanlah sesaat........,
Setelah Sa'ad bin Rabi' dari Anshor mendapat mandat dipersaudarakan dengan Abdurrahman bin Auf dari Muhajirin, cerita indah mereka yang ditulis abadi. Sa'ad membawa pulang Abdurrahman dan menyampaikan hasrat yang di hati. "Wahai Abdurrahman, semua Anshor tahu, aku diantara yang kaya di kota Madinah ini. Maka aku akan membagi dua denganmu hartaku". Ya... membagi dua. Hartanya adalah mental berbagi. Dan jawaban Abdurrahman pun juga mental berbagi. "Semoga Alloh memberkahi hartamu dan keluargamu, tunjukan saja aku pasar !". Dia ingin dalam kemuliaan berbagi. Keduanya teladan hebat untuk siapapun yang ingin ukhuwah terbangun dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kita bagian pengikut keteladanannya di abad ini. Menjadikan bumi Alloh kembali dengan barokahNya mewangi....

DARI SINI UKHUWAH DIMULAI #1

02.52 Unknown 0 Comments

Dan rahasia ukhuwah sepanjang sejarah pun akhirnya diketahui. Ukhuwah antara muhajirin dan anshor yang begitu indah menghias sejarah dan peradaban abadi. Kisah mereka tak pernah hilang dalam teladan hidup mukmin setiap hari. Apa yang menjadikan mereka berhasil membangun ukhuwah yang tinggi?. Ayat diatas, menyebut, mereka menyiapkan rumah dan iman yang pertama sebagai pondasi. 
Maknanya mental yang dibangun sejak awal adalah mental berbagi.Belum cukup dengan rumah pribadi yang dimiliki. Masih perlu rumah lain yang mesti dibangun untuk dimiliki. Bukan untuk ditempati sendiri. Tapi rumah yang disiapkan untuk berbagi. Apakah akan dikasihkan dalam sedekah kepada saudaranya mukmin ataupun sebagai sedekah pakai. Disebut rumah dalam ayat ini dan tidak lainnya, semoga untuk yang lainnya sudah terwakili. Karena menyiapkan rumah berarti menyiapkan lainnya sebagai konsekwensi.
Difahami juga sebelum rumah oleh kita mampu disiapkan, ada banyak hal yang bisa disiapkan diri sejak  dari dini. Bisa dengan menyiapkan kamar dan lengkap dengan kamar mandi. Untuk menyambut setiap tamu yang bertamu sekaligus bermalam, sekalipun hanya sebentar barang dua jam terus melanjutkan pergi. Juga untuk tamu kerabat ataupun saudara dan sahabat seiman yang membutuhkan di kemudian hari. 
Bisa juga menyiapkan mobil atau motor yang siap dipinjam berbagi. Kenapa ndak sekalian pakai aja mobil pribadi atau motor pribadi?. Mobil pribadi tidak diniatkan untuk berbagi. Akan bnyak menuai tidak puas dan masalah hati. Berangkat bersih pulang kotor dongkol hati. Berangkat bensin penuh, pulang habis jengkel hati. Berangkat sehat pulang ada yang rusak bikin emosi. Lain halnya dengan mobil atau motor yang memang untuk diniatkan sedekah pakai. Mau keadaan pulang seperti apapun memang sudah diniati. Hati siap lapang dan tidak sakit hati. Sehingga siapapun yang datang ingin berhutang tidak perlu lari. Sudah disiapkan bagian yang disiapkan untuk dihutang sebagai alokasi. 
Adapun jumlah yang disiapkan tidak sebesar yang dibutuhkan, setidaknya kita tidak menolaknya dan semoga kekurangannya Alloh bantu lewat jalan lain sehingga mencukupi. Kunjungan tamu yang semestinya bahagia menerima tidak harus berubah petaka karena si tamu biasa berhutang dari jauh sudah dikenali. Begitu juga ada bagian yang untuk sedekah dalam alokasi. Siapapun yang datang bisa diberi. Dari yang bawa proposal, pengamen, peminta-minta, sumbangan di hajatan dan acara lainnya serta bisa juga untuk anggaran memuliakan tamu dengan suguhan yang menarik hati. Kedatangan mereka bukan lagi masalah yang berarti. Tapi justru anugerah yang membuat kita bisa berbagi. 
Aa yang menjadikan mereka berhasil membangun ukhuwah yang tinggi?. Ayat diatas, menyebut, mereka menyiapkan rumah dan iman yang pertama sebagai pondasi. 
Maknanya mental yang dibangun sejak awal adalah mental berbagi.Belum cukup dengan rumah pribadi yang dimiliki. Masih perlu rumah lain yang mesti dibangun untuk dimiliki. Bukan untuk ditempati sendiri. Tapi rumah yang disiapkan untuk berbagi. Apakah akan dikasihkan dalam sedekah kepada saudaranya mukmin ataupun sebagai sedekah pakai. Disebut rumah dalam ayat ini dan tidak lainnya, semoga untuk yang lainnya sudah terwakili. Karena menyiapkan rumah berarti menyiapkan lainnya sebagai konsekwensi.
Difahami juga sebelum rumah oleh kita mampu disiapkan, ada banyak hal yang bisa disiapkan diri sejak  dari dini. Bisa dengan menyiapkan kamar dan lengkap dengan kamar mandi. Untuk menyambut setiap tamu yang bertamu sekaligus bermalam, sekalipun hanya sebentar barang dua jam terus melanjutkan pergi. Juga untuk tamu kerabat ataupun saudara dan sahabat seiman yang membutuhkan di kemudian hari. 
Bisa juga menyiapkan mobil atau motor yang siap dipinjam berbagi. Kenapa ndak sekalian pakai aja mobil pribadi atau motor pribadi?. Mobil pribadi tidak diniatkan untuk berbagi. Akan bnyak menuai tidak puas dan masalah hati. Berangkat bersih pulang kotor dongkol hati. Berangkat bensin penuh, pulang habis jengkel hati. Berangkat sehat pulang ada yang rusak bikin emosi. Lain halnya dengan mobil atau motor yang memang untuk diniatkan sedekah pakai. Mau keadaan pulang seperti apapun memang sudah diniati. Hati siap lapang dan tidak sakit hati. Sehingga siapapun yang datang ingin berhutang tidak perlu lari. Sudah disiapkan bagian yang disiapkan untuk dihutang sebagai alokasi. 
Adapun jumlah yang disiapkan tidak sebesar yang dibutuhkan, setidaknya kita tidak menolaknya dan semoga kekurangannya Alloh bantu lewat jalan lain sehingga mencukupi. Kunjungan tamu yang semestinya bahagia menerima tidak harus berubah petaka karena si tamu biasa berhutang dari jauh sudah dikenali. Begitu juga ada bagian yang untuk sedekah dalam alokasi. Siapapun yang datang bisa diberi. Dari yang bawa proposal, pengamen, peminta-minta, sumbangan di hajatan dan acara lainnya serta bisa juga untuk anggaran memuliakan tamu dengan suguhan yang menarik hati. Kedatangan mereka bukan lagi masalah yang berarti. Tapi justru anugerah yang membuat kita bisa berbagi. 

BUKAN SEKEDAR KATA-KATA

19.22 Unknown 0 Comments

"salah satu diantara kalian ada yang mengatakan dengan suatu ucapan yang menyebabkan keridhoan Alloh yang mana ia tidak pernah menyangka bahwa perkataannya itu akan sampai pada kedudukan yang tinggi, kemudian Alloh menetukan keridhoanNya pada hari dimana dia akan bertemu denganNya. Dan diantara kalian ada pula yang berbicara dengan suatu perkataan yang menyebabkan kemurkaan Alloh yang mana ia tidak pernah mengira bahwa ucapannya itu akan sampai ke suatu tempat, kemudian Alloh menulis kemurkaanNya pada hari dimana dia akan bertemu denganNya."   (HR. Tirmidzi) 

SEMUA ADA ALASANNYA

19.07 Unknown 0 Comments

Banyak yang mengira begitu muncul keinginan berdoa maka akan terjawab segera. Bahakan mereka yang bersimpuh lama menunggu dalam penantian terjawabnya doa hampir-hampir saja lelah hati karenya. Begitu juga bayangan mereka yang memenuhi seruan kembali ke jalanNya menyangka akan segera berlimpah pertolongan sehingga urusan menjadi mudah. Lupa..bahwa Alloh punha alasan dan pertimbangan kemudian keputusan yang itu juga terbaim. 
Sekiranya semua doa dijawab segera belum tentu kebaikan berpihak kepadanya. Dan sekiranya semua doa ditunda jawabannya juga belum tentu kebaikan berpihak kepadanya. Begitu hati memahami akan tujuan baik Alloh untuk semua hambaNya terhampar lapang kebahagiaan dalam hatinya. Husnudzon atau baim sangkanya  akan berbuah ridho terhadap semua keputusanNya sekalipun sakit bertambah sakit, masalah bertambah, hutang tidak berkurang, keinginan belum kesampain, dan usaha bertambah parah.
(Ash-Shraa : 27). Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hambaNya lagi Maha Melihat. 
Apa yang dikhawatirkan akan salah jika Alloh Maha Melihat detail urusan kita. Tinggal gigihnya kita menyampaikan perbaikan-perbaikan dalam hidup kepadaNya dan menutup syukur atas semua pilihan keputisanNya. Semoga kita bisa belajar menerima ridho atas semua kehendakNya...   

MASA DEPAN

18.52 Unknown 0 Comments

Kegelisahan setiap kita tak bisa dielakkan dari menatap masa depannya. Maka Alloh tak melewatkan akan hal ini dengan mengingatkan, "Wahai kranggorang beriman, takutlah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri melihat apa yang sudah terjadi pada dirinya(penvalamannya) untuk mempersiapkan masa depannya, dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan" al-Hasyr : 18.

Ada 3 masa depan, 

1. Masa depan dekat seperti agenda yang dikerjakan esom, agenda mingguan ataupun agenda bulanan yang yang kita matang merencanakannya. Hasil paling dalam agenda ini nyaris berhasil keseluruhannya. Andai ada problem yang tertunda karena sesuatu hal atau tergeser acara lain selalu bisa dipertimbangkan dari awal, bahkan ada rencana B alias rencana cadangan. 
2.  Masa depan sedang adalah masa depan 5 tahun kedepan atau 10 tahun kedepan yang kebanyakan tak banyak mempersiapkan. Lebih sering mengalir begitu saja tanpa ada proses mengagendakan ataupun planning. Tak mengherankan jika sulit ditebak dan seringnya berantakan. Padahal jika direncanakan sekalipun dipakasakan awalnya karena tidak terbiasa. Inarat mimpi yang ingin diraih, terkadang harus dipaksa tidur dulu untuk mendapatkan mimpinya.
3.  Masa depan jauh adalah akherat. Yang paling menggelisahkan namun juga yang paling diabaikan dalam hidup. Bahkan banyak yang tidak mengegahuinya, sehingga banyak terkejut ketika benar-benar berhadapan dengannya. Agenda sakaratul maut, agenda kubur, agenda makhsyar, agenda penimbangan amal, dan agenda surga neraka. Sekalipun sudah dijelaskan urutan acaranya di quran dann sunnah. Tak banyak yang mau memperhatikan apalagi memperhitungkan.



Saudaraku... persiapkan masa depan jauh dan sedang baik mempersiapkan masa depan dekat. Menyusun planning menuju sukse dari sekarang menyusun sukses nanti hakekatnya. Meskipun kita tahu akan kuasa takdirNya. Setidaknha jalan ikhtiyar diperjuangkan adapun hasil kita pasrahkan. Semoga.... 

LEBIH BERTENAGA

18.33 Unknown 0 Comments

Meminum madu adalah alasan seseorang untuk sehat  atau lebih bertenaga. Meminum susu, vitamin ataupun makanan bergizi juga untuk alasan sama. Hasilnya dirasakan memang beda. Lebih bertenaga dan stamina lebih bisa terjaga. 
Untuk para pelomba lebih lagi membutuhkan stamina.Yang menang pastilah yang bertenaga. Dalam kendaraan pun tak jauh beda. Antara yang jalan kaki, naik mobil, naik kereta dan naik pesawat, kecepatannya tidak sama. 
Pesawat lebih cepat karena lebih bertenaga.Alasan inilah yang menjadikan kita belajar. Untuk cepatnya menyelesaikan masalah, dibutuhkan lebih tenaga. Maka butuh lebih stamina dan tenaga.
Darimana datangnya tenaga?. Jika tubuh bertenaga dengan menu istimewa, maka ruh pun bertenaga dengan menu istimewa. Menu ruh adalah amalan taqwa. Mengundang tenag di jiwa, mengundang pertolongan yang Maha Kuat hadir bersama kita. Jangan heran semakin bertaqwa, semakin bertenaga.
Pahamlah kita kenapa 314 pasukan taqwa bisa mengalahkan 1000 musuhnya. Juga 3000 pasukan taqwa, mengalahkan 40.000 pasukan romawi yang menyerangnya. Karena lebih bertenaga, maka lebih cepat menyelesaikan masalahnya. Sebenar kalimat, "bila sempurna tenaga maka lebih dekat jarak terasa".
Masihkah ada alasan berat beramal taqwa, jika perannya demikian istimewa?. Semoga mudah sholat berjamaah dibiasakan. Semoga mudah tahajjud dilaksanakan. Semoga mudah sedekah ditunaikan. Semoga mudah tilawah ditargetkan. Dan semoga semua  kebaikan mudah  menjadi teman... 

KEKUATAN & KETEPATAN

18.17 Unknown 0 Comments

Antara kekuatan dan ketepatan yang berkolaborasi menghasilkan kecepatan. Berapa banyak kekuatan yang tidak tepat malah sasaran. Atau mengenai target diluar yang diinginkan. 
Dan berapa banyak ketepatan yang tidak berkekuatan malah tidak sampai sasaran. Atau mengenai sasaran yang hanya sesuai jangkauan. Kekuatan seorang mukmin ada pada taqwa yang selalu ditingkatkan. Sementara ketepatannya pada proses yang benar secar syar'i dan sunatulloh yanv diperintahkan. Seorang yang sedang berhajat 50 juta sebagai kebutuhan. Akan cepat mendapatkan. Jika ia banyak melakukan amalan taqwa sebagai sumbr kekuatan.
Kemudian ia menyempurnakan proses benarnya dengan muamalah yang diperintahkan. Jauh dari riba dan syubhat, apalagi yang diharamkan. Ditambah dengan proses usaha dan bisnis yang disempurnakan. Apalagi memiliki pelatih dan guru yang mengarahkan.

"...bertaqwalak kepada Alloh, maka Allaoh akan ajarkan apa saja yang kamu butuhkan...." 2:282

"..siapa yang bertaqwa kepada Alloh, diberikan untuknya jalan keluar..."

Sukses Rosululloh yang menjadi teladan. Masih terlalu kuat dalam ingatan. Bukankah dibangung diatas taqwa yang mengagumkan?.
Tengoklah sholat malamnya yang sampai bengkak kakinya. Juga perhatikan....    Bukankah beliau jauh dari cara-cara curang dan keculasan?.   Jauh dari yang syubhat ataupun yang diharamkan.   Dan bukankah team sukses beliau dari para sahabatnya begitu berkarakter dan sistematik langkah yang dilakukan?. 
Semoga kita banyak mendapat pelajaran. 

3 WASIAT HEBAT

15.45 Unknown 0 Comments

Sekalipun amal sholeh sudah membiasa. Mengurus keluarga panggilan jiwa. Berdakwah sudah sampai dimana-mana. Membawa amanah sedemikian rupa. Tetap seseorang butuh stamina. Ibadah yang dijaga dalam segala suasana. Mengundang dekat denganNya. Dan kekuatan pun bisa mudah diundang dari yang benar-benar memilikinya. 

Abu Hurairah, Abu Darda dan Abu Dzar Rhodiyallahu 'anhum adalah sahabat terkemuka. Siapa yang tidak mengenal mereka. Diantara pemuka dalam hal taqwa. Mereka mendapat 3 wasiat hebat dari Rosululloh dalam matan berbeda. Tapi secara esensi sama. Agar menunaikan witir sebelum tidur, dhuha sekalipun dua rakaat dan melazimi tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulan hijriyah untuk berpuasa. Hebatnya sejak wasiat diberikan, mereka begitu menjaga sampai meninggal dunia. 

Suatu tatanan istiqomah yang mendapatkannya langka. Demikian pentingkah 3 wasiat ini bagi mereka? Sekalipun mereka ahli taqwa, dalam fungsi menjaga. Butuh ibadah yang nampak sederhana. Namun sangat berdampak menambah dan menjaga stamina. Semoga kita bisa meneladaninya dan menjaganya sepanjang usia.. 

SAATNYA DIKEJAR KESUKSESAN

07.12 Unknown 0 Comments

Kesuksesan seperti keberhasilan dalam makna. Berhasil meraih yang diinginkan dan diminta. Atau pencapaian dalam makna. Mencapai apa yang menjadi tujuan dan cita-cita. 

Begitu pentingnya sehingga banyak orang mencari, mengejar dan memburunya. Pada saat yang lain mati-matian mengejarya, kita justru ingin mengundangnya dan menjadikan kesuksesan gantian mencari, mengejar dan memburu kita.
Sebuah penelitian lama mengajarkan formula. Di pelajaran fisika tepatnya. Jika sebuah paku dililit kumparan yang banyak, dan dialiri energi listrik padanya, maka akan berubah fungsi menjadi magnet, yang menarik benda-benda mengandung besi disekitarnya.
Jika diri kita memposisikan sebagai paku dan melilit diri dalam kumparan ketaatan kepada Allah dan RosulNya. Yang diwajibkan sampai yang disunnahkanNya. Dan terus menambah jumlah sunnah setiap saatnya. Kemudian mengalirkan energi Allah dalam cintaNya dan ma'iyahNya. Maka akan mudah menarik setiap manusia dan yang dibutuhkan oleh manusia kepadanya.
Dampaknya yang dahsyat adalah apapun yang diminta, kapanpun ia minta dan dimanapun ia meminta. Pasti Allah akan mengabulkannya. Bukan lagi mencari kesuksesan sebagaimana kebanyakan manusia. Tapi cukup melayakkan diri dihadapan yang memberi kesuksesan  kepada kita. Sampai hadirnya cinta. Setelah itu akan menjadi kekasihNya.
Dan apapun yang menjadi keinginannya pasti akan dikabulkanNya. Termasuk kesuksesan yang menjadi cita-cita setiap manusia. Dan tentunya di dunia sekarang dan di akherat kelak.
Sebuah hadits qudsi ini yang menjadi jawabannya. "Sesunggunnya yang memusuhi kekasihKu, Aku umumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan sesuatu, yang lebih Aku sukai melebihi yang Aku wajibkan kepadanya. Kemudian ia terus menambah dengan yang sunnah-sunnah samapai Aku sudah mencintainya. Dan jika Aku sudah mencintainya. Aku akan menjadi pendengaran ketika mendengar. Menjadi mata ketika melihat dan menjadi tangan ketika bekerja, serta menjadi kaki ketika melangkah. Dan apabila ia harus meminta, pasti Aku akan memberinya....".
Semoga kita termasuk yang didalamnya.
Bukan hanya Allah akan mengabulkan apa saja yang diminta. Jika telah menjadi kekasihNya. Buah dari tekun melilit diri dalam kumparan ketaatan wajib dan sunnah yang ada. Tapi juga Allah berjanji melindunginya. Dari apapun yang dikhawatirkan dan yang ditakutkan terjadi padanya. Bisa jadi ketakutan akan kegagalan, ancaman, hinaan, dan sakit yang sedang mengancam atau musibah selalu mengintainya. 
Jika ini belum cukup melapangkan dada. Penjelasan ditambahkan lebih mengena. Jika manusia berkumpul semua. Bukan hanya manusia satu desa. Bukan juga satu kota. Atau satu nusantara. Atau juga satu dunia. Bahkan bukan saja manusia hari ini saja. Tapi manusia sejak awal Nabi Adam Alaihissalam sampai manusia terakhir nantinya.
Semua berkumpul dengan segala potensi, pengalaman, keahlian dan kekuatan padanya. Bersatu semua untuk menimpakan celaka bagimu, sementara Allah menginginkanmj selamat. Maka hasilnya adalah selamat.
Begitu juga sekiranya semuanya bekerjasama, ingin memberikan kepadamj manfaat. Sementara Allah menginginkan kepadamu celaka. Keberhasilan dan kesuksesan selalu berpihak kepada Allah dan siapapun yang berpihak kepadaNya. Kegagalan dan celaka selalu menimpa yanv tidak berpihak kepada Allah.  

Perhatikan kalimat indah ini menyapa :

"...dan apabila dia minta perlindungan kepadaKu, pasti Aku lindungi, dan ketahuilah sekiranya manusia awal kalian dan akhir bersatu untuk memberi manfaat apa yang tidak Allah tetapkan manfaat itu padamu, maka tidak akan pernah memberi manfaat sedikitpun. Begitu juga jika mereka bersatu ingin menimpakan madhorot, apa yang tidak Allah tetapkan madhorot bagimu, maka tidak akan memadhorotkan sedikitpun. Pena sudah diangkat dan tulisan sudah mengering".

Sukses akherat selalu berawal dari sukses dunia dalam menghadirkan Allah dalam setiap bagian hidup kita. Semoga dimudahkan Allah kita mendapatkannya.