DUA RAKAAT DAHSYAT
Seorang dokter bercerita tentang pengalamannya. Punya pasien anak yang mau di khitan. Tidak biasanya. Pasien istimewa. Begitu masuk ruang tindakan, anaknya takut. Menangis dan ndak mau di khitan. Banyak cara di coba untuk membujuknya. Hasilnya sama.
Orang tuanya memohon dokter berkenan menangani sebab sudah datang dari jauh. Bingung juga dapet pasien yang beginian. Tiba-tiba dia ingat tentang dahsyatnya dua rakaat hajat. Tidak ada salahnya di coba.
Maka segera dia mengambil wudlu. Kemudian sholat dua rakaat. Mengangkat kedua tangan memohon kepada Alloh pemilik manusia. Juga yang mengatur setiap hati dan nasib manusia tentunya. Agar di mudahkan proses khitan pasiennya.
Kemudian ia kembali ke ruang tindakan. Masyaa Alloh...ajaib sang anak ternyata sudah bersiap di atas ranjang. Segera saja di lakukan tindakan. Di khitan tanpa kesulitan. Hampir tidak percaya namun begitulah kejadiannya. Alloh memang hebat.
Menjadi tambah yakin dengan dua rakaat sholat hajat. Dan membuat hati makin tertambat. Akhirnya menjadi jimat. Saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Bahkan lama-lama bukan hanya pas darurat. Tapi kapan saja aja urusan yang ingin di mudahkan Alloh selalu yang di lakukan sholat dua rakaat.
Menyesalnya, kenapa tidak dari dulu ia tahu. Sehingga berapa banyak akan bisa menolong umat. Apapun yang terjadi tidak ada kata terlambat.
Sahabat...seperti yang di sebut dalam ayat. Jadikan sabar dan sholat sebagai alat menyampaikan hajat. Sabar dalam keadaan taat. Sabar setia hanya kepada Alloh meminta dan tidak berkhianat. Juga setia menggunakan kendaraan sholat dalam menyampaikan seluruh hajat.
Di saat banyak manusia mulai dengan maraknya kesyirikan terpikat. Menyampaikan hajat dalam keadaan salah alamat. Bukan hanya mendapat murka dan laknat. Tapi juga dia dan kesyirikannya terikat. Semoga kita selamat di dunia dalam mentauhidkan Alloh dalam setiap hajat. Juga selamat di akhirat dari ancaman siksa yang berat.
Tausyiah: Ust .Umar Faqihuddin