SAATNYA DIKEJAR KESUKSESAN

07.12 Unknown 0 Comments

Kesuksesan seperti keberhasilan dalam makna. Berhasil meraih yang diinginkan dan diminta. Atau pencapaian dalam makna. Mencapai apa yang menjadi tujuan dan cita-cita. 

Begitu pentingnya sehingga banyak orang mencari, mengejar dan memburunya. Pada saat yang lain mati-matian mengejarya, kita justru ingin mengundangnya dan menjadikan kesuksesan gantian mencari, mengejar dan memburu kita.
Sebuah penelitian lama mengajarkan formula. Di pelajaran fisika tepatnya. Jika sebuah paku dililit kumparan yang banyak, dan dialiri energi listrik padanya, maka akan berubah fungsi menjadi magnet, yang menarik benda-benda mengandung besi disekitarnya.
Jika diri kita memposisikan sebagai paku dan melilit diri dalam kumparan ketaatan kepada Allah dan RosulNya. Yang diwajibkan sampai yang disunnahkanNya. Dan terus menambah jumlah sunnah setiap saatnya. Kemudian mengalirkan energi Allah dalam cintaNya dan ma'iyahNya. Maka akan mudah menarik setiap manusia dan yang dibutuhkan oleh manusia kepadanya.
Dampaknya yang dahsyat adalah apapun yang diminta, kapanpun ia minta dan dimanapun ia meminta. Pasti Allah akan mengabulkannya. Bukan lagi mencari kesuksesan sebagaimana kebanyakan manusia. Tapi cukup melayakkan diri dihadapan yang memberi kesuksesan  kepada kita. Sampai hadirnya cinta. Setelah itu akan menjadi kekasihNya.
Dan apapun yang menjadi keinginannya pasti akan dikabulkanNya. Termasuk kesuksesan yang menjadi cita-cita setiap manusia. Dan tentunya di dunia sekarang dan di akherat kelak.
Sebuah hadits qudsi ini yang menjadi jawabannya. "Sesunggunnya yang memusuhi kekasihKu, Aku umumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan sesuatu, yang lebih Aku sukai melebihi yang Aku wajibkan kepadanya. Kemudian ia terus menambah dengan yang sunnah-sunnah samapai Aku sudah mencintainya. Dan jika Aku sudah mencintainya. Aku akan menjadi pendengaran ketika mendengar. Menjadi mata ketika melihat dan menjadi tangan ketika bekerja, serta menjadi kaki ketika melangkah. Dan apabila ia harus meminta, pasti Aku akan memberinya....".
Semoga kita termasuk yang didalamnya.
Bukan hanya Allah akan mengabulkan apa saja yang diminta. Jika telah menjadi kekasihNya. Buah dari tekun melilit diri dalam kumparan ketaatan wajib dan sunnah yang ada. Tapi juga Allah berjanji melindunginya. Dari apapun yang dikhawatirkan dan yang ditakutkan terjadi padanya. Bisa jadi ketakutan akan kegagalan, ancaman, hinaan, dan sakit yang sedang mengancam atau musibah selalu mengintainya. 
Jika ini belum cukup melapangkan dada. Penjelasan ditambahkan lebih mengena. Jika manusia berkumpul semua. Bukan hanya manusia satu desa. Bukan juga satu kota. Atau satu nusantara. Atau juga satu dunia. Bahkan bukan saja manusia hari ini saja. Tapi manusia sejak awal Nabi Adam Alaihissalam sampai manusia terakhir nantinya.
Semua berkumpul dengan segala potensi, pengalaman, keahlian dan kekuatan padanya. Bersatu semua untuk menimpakan celaka bagimu, sementara Allah menginginkanmj selamat. Maka hasilnya adalah selamat.
Begitu juga sekiranya semuanya bekerjasama, ingin memberikan kepadamj manfaat. Sementara Allah menginginkan kepadamu celaka. Keberhasilan dan kesuksesan selalu berpihak kepada Allah dan siapapun yang berpihak kepadaNya. Kegagalan dan celaka selalu menimpa yanv tidak berpihak kepada Allah.  

Perhatikan kalimat indah ini menyapa :

"...dan apabila dia minta perlindungan kepadaKu, pasti Aku lindungi, dan ketahuilah sekiranya manusia awal kalian dan akhir bersatu untuk memberi manfaat apa yang tidak Allah tetapkan manfaat itu padamu, maka tidak akan pernah memberi manfaat sedikitpun. Begitu juga jika mereka bersatu ingin menimpakan madhorot, apa yang tidak Allah tetapkan madhorot bagimu, maka tidak akan memadhorotkan sedikitpun. Pena sudah diangkat dan tulisan sudah mengering".

Sukses akherat selalu berawal dari sukses dunia dalam menghadirkan Allah dalam setiap bagian hidup kita. Semoga dimudahkan Allah kita mendapatkannya.