Goresan Pena Ust Umar F. SYUKUR YANG LUNTUR

22.18 Unknown 0 Comments

Sepotong kue yang di suguhkan, lisan bisa  mengucap syukur. Segelas kopi yang di hidangkan, tak pernah lupa lisan mensyukuri dengan kalimat syukur. Selembar lima puluhan ribu yang di berikan, begitu pintar lisan merangkai kata syukur. Bantuan mendorong mobil, juga mudah lisan menyampaikan syukur.

Sebuah nasehat yang membuat tobat, lupa lisan mengucap syukur. Sebuah tulisan yang yang memahamkan, langka lisan mensyukuri dengan syukur. Sepotong gambar menginspirasi, tak sempat lisan menyusun kata syukur. Kiriman video yang menyadarkan, kelu lesan untuk bersyukur. Bahkan sebuah doa menyelesai banyak masalah sulit lisan bersyukur.

Berterimakasih ungkapan syukur yang berpadu dengan Alhamdulillah mulai banyak yang luntur. Mengungkapkanya menambah rasa syukur semakin subur. Melupakanya membuat syukur semakin luntur.

Bila gagal mengungkap syukur kepada manusia, dengan nikmat yang masih terukur. Akan lebih gagal lagi mengungkap syukur kepada Alloh, atas nikmat yang tidak bisa di ukur.

Lancarnya darah mengalir dalam tubuh nikmat yang tidak terukur. Berdetaknya jantung jarang yang mengukur. Menghirup oksigen juga bukan hal terukur. Fungsinya semua anggota tubuh langka di ukur. Terjaganya dari bakteri dan kuman lebih tidak terukur.

Apalagi derasnya nikmat hidayah dan rezeki yang mengucur.  Bahagia dan mudahnya jalan hidup yang setiap detik meluncur. Juga tumbuhnya ketaatan yang semakin subur.

Kegagalan menemukan syukur di setiap nikmat yang di dapat awal bergesernya nikmat, hilang meluntur.
Sebab yang berjasa mendapat kufur. Maka, tiba2 banyak yang mengeluh, kenapa banyak hal sulit diatur.  Sukses dan rezeki hancur. Tagihan dari waktunya ngelantur.
Bersyukurlah...!
Sebelum di kuasai kufur, nikmatpun meluntur, seperti nasi sudah jadi bubur...