SAAT NIKMAT SEHAT TERSUMBAT

06.36 Unknown 0 Comments



Waktu tergolek lemah diranjang, menyusun rencana kalau nanti sehat, akan beribadah penuh semangat dan tk akan membiarkan sedikit pun saat untuk maksiat. Saat sembuh dekat rencana pun lewat.
Yang stroke berjanji kuat untuk sholat berjamaah di masjid tanpa tertinggal setiap rakaat. Yang diabet berjanji kuat untuk banyak membaca qur'an melahap setiap ayat dan surat. Yang patah tulang berjanji kuat akan mendatangi ilmu sekalipun terlambat.
Yang berpenyakit dalam, berjanji kuat akan menggunakan tenaga dan raganya untuk taat. Tak ketinggalan yang sedang berjerawat, ikut berjanji kuat untuk menutup aurat. Janji bersyarat, jika Allah ngasih sehat. Begitu datang sehat, dengan mudahnya melupakan janji dan tidak ingat. Saat sakit begitu mudah merencanakan taat, saat sehat begitu mudah setiap kita melupakan nikmat.
Bersyukur atas nikmat menjadi berat. Bertambahnya nikmat pun terhambat. Nikmat pun akhirnya tersumbat. Bukankah bersyukur yang baik atas setiap nikmat, hakekatnya adalah tali yang membuat setiap nikmat tetap terikat. Bahkan seringnya secara kualitas dan kwantitas meningkat.
"Jika kalian bersyukur atas setiap nikmat, maka sungguh benar-benar Aku akan tambah nikmat untukmu, dan jika kamu mengkufuri, maka sungguh telah Aku siapkan siksa yang pedih"(QS. Ibrohim : 7)
Semoga kita selalu ingat dan tetap bersemangat mensyukuri setiap nikmat.