Goresan pena: Ust. Umar F CERDAS PINTAS
Suatu hari, saya bertanya kepada teman. Ada penjual jagung bakar yang sedang di kerumuni pembeli. Laris ceritanya. Menurutmu, bagaimana caranya tau berapa jagung bakar yang terjual hari ini ?. Dia menjawab dengan sigapnya. Dengan menghitung jumlah kulit bungkus jagung yang di sampingnya. Tersenyum puas bisa menjawab. Dan sepintas nampak cerdas. Kemudian saya menjawab. Itu memang cara cerdas. Tapi agak tenaga terkuras. Kenapa ndak langsung kamu tanya aja sama penjualnya, habis berapa pak ?. Teman saya melongo...Iya ya. Kenapa ndak praktis seperti itu. Dalam hidup pun pelajaran sama di dapat. Banyak yang mencari rezeki dengan menghitung berapa porsi yang terjual di kalikan laba. Cara sederhana dan cerdas. Tapi sejenak merenung. Kenapa ndak tanya aja langsung sama yang bagi rezeki ya ?. Mau laku berapa porsi yang penting jatah rezekinya sesuai dengan yang bagi rezeki. Hal sama terjadi ketika sakit. Beragam dokter dan rumah sakit di datangi. Untuk mencari apa sebab sakitnya. Dan bagaimana ikhtiyar sembuhnya. Sepintas nampak cerdas. Sekalipun agak tenaga terkuras. Kenapa ndak langsung aja tanya," Ya Alloh sebab apa saya di uji sakit ?". " Ya Alloh sembuhkan aku dengan caraMu". Tentu bukan untuk menghindar dari ikhtiyar. Tapi justru menepatkan ikhtiyar. Kerja keras juga kerja cerdas. Jangan lupa kerja ikhlas. Di tambah kerja tuntas. Trus jaringan luas. Ujungnya semua puas. Artinya semua mendapat manfaat.
Selamat berjuang !!